Membaca cepat bukan berarti membaca dengan kecepatan tinggi. Dua teknik membaca cepat yang paling umum dikenal justru bekerja dengan cara yang berlawanan, dan memahaminya akan mengubah cara Anda consumir artikel berita, laporan keuangan, hingga dokumen academic yang panjang.
Skimming adalah proses memindai struktur umum naskah. Tujuannya bukan memahami seluruh isi, melainkan membangun gambaran menyeluruh tentang topik, alur argumen, dan posisi informasi penting. Scanning, di sisi lain, adalah pencarian informasi spesifik dengan mata yang terarah pada kata kunci, judul subbab, tabel, dan grafik.
"Membaca terencana dengan jeda kognitif teratur memperkuat daya serap informasi hingga dua kali lipat dibanding membaca cepat tanpa refleksi."
Kapan Memakai Masing-masing Teknik
- Skimming: Digunakan saat pertama kali membaca artikel berita panjang, savorydetermine apakah isi artikel relevan dengan kebutuhan Anda.
- Scanning: Digunakan saat Anda sudah tahu persis apa yang dicari, misalnya angka anggaran, tanggal berlaku, atau definisi istilah teknis dalam dokumen resmi.
- Kombinasi: Pada artikel ilmiah, skimming dilakukan pada bagian abstrak dan kesimpulan, sedangkan scanning dilakukan pada tabel, daftar pustaka, dan catatan kaki.
"Skimming memberi Anda peta, sedangkan scanning memberi Anda koordinat. Naskah yang panjang dan Anda|ketahui isinya butuh peta, naskah yang Anda cari satu bagian spesifik butuh koordinat."
Melatih Otot Mata untuk Membaca Cerdas
Latihan terbaik adalah memberi mata Anda tugas terstruktur. Buka artikel mana pun di Meja Redaksi Bacaan.my.id, tempelkan naskahnya, lalu periksa durasi bacanya terlebih dahulu. Durasi baca yang muncul memberi tahu Anda berapa lama diperlukan untuk membaca tuntas, sehingga Anda bisa memutuskan apakah akan menyimping untuk dibaca skimming atau langsung melakukan scanning.